2 Jenis Orang Tua Yang Akan Sering Kita Temui Antara Semakin Bijak Atau Semakin Keras Kepala

2 Jenis Orang Tua Yang Akan Sering Kita Temui Antara Semakin Bijak Atau Semakin Keras Kepala

Dibalik persahabatan yang dapat berumur panjang, dapat akur sampai berpuluh-puluh tahun. Di situ ada sebuah komitmen, kepercayaan dan respect yang besar antara satu sama lain. Kadang kita bertanya-tanya, apa sih resep dari hubungan persahabatan yang langgeng. Ada yang mengatakan bahwa jika kalian sudah bersahabat lebih dari 7 tahun atau lebih dari 10 tahun, itu adalah sahabat sejatimu. Sebagian besar mungkin begitu. Tapi tahukah kalian bahwa itu tidak bisa dianggap sebagai suatu standart.

Ada 2 Jenis Orang Tua Yang Akan Sering Kita Temui Antara Semakin Bijak Atau Semakin Keras Kepala

Banyak juga orang yang sudah bersahabat dengan berpuluh-puluh tahun dan akhirnya rusak hanya karena hal sepele. Karena keegoisan diri masing-masing. Orang semakin tua yang kita pikirkan adalah dia bisa menjadi semakin dewasa. Semakin bijak. Itu yang seharusnya. Tapi ada juga orang yang semakin tumbuh tua, dia semakin keras kepala. Keras dengan segala pemikirannya yang dianggap paling benar. Sehingga tidak ada satu orangpun dapat membatahkan pemikirannya. Sehingga saat kita bertemu dengan orang tua, kita akan sering bertemu dengan 2 tipe orang tua.

Yang pertama adalah orang tua yang dewasa dan bijak. Yang memiliki pikiran luas dan toleransi yang besar. Dia bisa dengan cepat memikirkan dan melihat dari sudut pandang yang lain. Sehingga itulah yang membuatnya menjadi bijak. Karena dia bisa melihat dari berbagai kacamata. Sehingga semakin tua, dia semakin sadar tidak ada yang benar dan salah. Mereka semakin meniadakan kata benar yang salah. Tapi mana yang lebih baik, dan kurang baik. Seperti ada baiknya kita berbuat seperti ini, dibanding seperti itu. Tapi jika kalian tetap melakukan hal itu, itu juga tidak apa-apa. Lebih memberikan kebebasan dalam berekspresi.

Dan kedua adalah tipe orang yang semakin keras kepala saat dia semakin bertambah tua. Yang merasa dia sudah mencoba banyak hal, dan merasa dia memiliki pengalaman yang sangat banyak, dan paling ahli dalam hal tersebut. Sehingga apa pun pikirannya, dia rasanya itu paling benar, karena dia sudah berumur sekian dan memiliki banyak pengalaman.